Yuli Arinta
06 October 2016
2 Likes

Ibu yang Tinggal dI Rumah #LampauiBatas dengan menjadi Kreatif dan Bahagia


Pernahkah engkou berjalan lurus namun kemudian menemukan persimpanan jalan? Membuat pilihan dan kemudian mengambil keputusan adalah satu-satunya jalan. Kehidupan, nyatanya bertubi-tubi menyajikan hal ini. Dan bagi saya, memilih "banting stir" adalah satu-satunya pilihan yang masuk akal. Ketika tidak hanya satu, dua, namun kemudian  dua anak kembar telah dititipkan kepada kami. Ya, ada  empat “berlian” yang harus dipoles. Kami tidak bisa memilih denagn   mempercayakan tugas ini kepada orang lain.  Saya harus siap dan melakukannya sendiri
Menjadi ibu yang tinggal di rumah apakah harus diam saja? Eits tunggu dulu. Kita bisa #LampauiBatas, menghidupkan kreativitas, membangun mimpi dan tetap bahagia hadir seutuhnya untuk buah hati kita.
Ketika dulu saya adalah seorang dosen dan pelatih untuk orang dewasa, dengan range usia peserta pelatihan 17 sd 65 tahun. Dari mulai kelas kecil, sekitar 10 orang hingga kelas besar sekitar 300orang. Dengan sebaran jenis kelamin merata maupun berat sebelah (pernah melatih untuk 40 orang supir, u know lah jenis kelaminnya apa). Sekarang, sebagai ibu rumah tangga, saya telah #LampauiBatas, menjadi penulis dan berkesempatan memberi motivasi ke anak-anak  untuk menulis. Rasanya bahagia banget. Melihat keceriaan dan keriuhan rumah setiap hari sambil terus menghidupkan mimpi. Alhamdulillah


Cerita Lainnya

Apolonius Lase
10 October 2016 | 05:22
Majalah "Bobo" Penuhi Keinginan Anakku

Nikita Putri Aurelia Lase sekarang genap 9 tahun. Ia duduk di kelas IV SD di sebuah sekolah…