Sayekti Ardiyani
22 October 2016
1 Likes

Demi Suami, Rela Memegang Kambing

Ketika sesorang yang antipati terhadap kambing harus berhadapan dengan kambing, daging maupun masakan kambing, bisa dipastikan orang tersebut akan mual, pusing, atau beragam keluhan lainnya. Yang pasti orang tersebut pasti akan jauh-jauh dari objek itu. Ini pula yang saya rasakan. Bertemu dengan aromanya yang khas itu, rasanya pengen segera menjauh. Mendapati masakannya yang enak dan tidak bau sekalipun, saya tidak berselera. Setiap kali mendapat jatah daging kambing kurban pada Idul Adha, emak pasti akan segera menyingkirkannya dengan memberikan jatahnya pada saudara penyuka kambing.  Emak sama tidak sukanya dengan kambing. Tapi semua berubah semenjak menikah.  Berhadapan dengan suami yang penyuka menu kambing, apa boleh buat, hadapi saja! Kalau sebelumnya rumah saya bersih dari aroma kambing ketika Idul Adha, sekarang saya harus mendapati frezeer lemari es penuh dengan daging kambing korban. Demi kegemaran suami, saya rela #LampuiBatas ketidaksukaan saya bersinggungan dengan daging kambing.  Daging beraroma khas itu harus saya hadapi, pengang, iris-iris, dan mengolahnya menjadi masakan yang disukai suami.  Saya harus menekan segala rasa antipati itu: menetralisir sendiri bau yang menyerbu hidung. Setelah googling mencari resep sate kambing yang simpel namun enak, untuk pertama kalinya setelah menikah saya harus mengolah daging kambing. Tak hanya itu, saya harus #LampuiBatas ketidaksukaan lidah dan tubuh saya untuk mencicipi masakan itu. Demi bujukan suami,  rasa penasaran mencicipi menggelitik,”enak,”kata saya waktu itu. Ternyata tidak bau seperti sangkaan saya.  Namun begitu, saya hanya mau mencicipi beberapa potong saja. Pengalaman dengan kambing kedua yang  #LampuiBatas adalah ketika pulang bepergian sudah larut malam namun perut terasa lapar. Suami meminta saya memasak nasi goreng dengan memanfaatkan daging kurban yang tersisa di frezeer.  Kebetulan waktu itu bulan Dzulhijah.  Ya, memasak nasi goreng kambing! Memasak di jam 22.30 bagi saya sungguh #LampuiBatas kelaziman memasak untuk saya pribadi.  Waw,namun demi melihat kepuasan suami setelah menghabiskan satu piring, saya pun tak kalah bahagia. ceritamu...


Cerita Lainnya

Delta Rahwanda
26 October 2016 | 02:06
Mendampingi anak selama Istri kuliah di luar negeri

Ini kisah nyata. Istri saya sejak 2 bulan yang lalu kuliah di luar negeri di England, kota…