Akmaluddin Didin
23 October 2016
2 Likes

Sang Guru #LampauiBatas

Teringat semasa SD, aku memiliki guru yang disipilin dan sangat galak. Saking galaknya sampai-sampai ketika sang guru lewat kami pada menghindar saking takutnya, he..he..he..”. Aku masih ingat yang terjadi pada suatu pagi di kelas ( waktu itu aku duduk dikelas 5 ). Suasana yang sebelumnya ramai, hilang sekejap saat ia hendak memasuki ruangan kelasku. “Taman didepan kelas masih kotor, siapa piket hari ini?” tanya pak guru dengan tegas. “Saya, melky, sinta pak” jawabku ketakutan. “Keluar…!” teriaknya marah. Kami langsung berlari keluar kelas. “Aduh… kena hukum lagi deh” aku menggerutu. Kami dimarahi dan dihukum oleh guruku. Beberapa lama kemudian kami disuruh masuk kelas lagi. Beliau mengatakan, “kalau kalian tidak mau dihukum, dimarahi turutin semua kata-kata saya. Saya tidak akan menghukum anak yang nurut dan patuh pada gurunya. Ingat! apa yang saya lakukan ini, semua itu buat kebaikan kalian juga”. Kami hanya diam tertunduk. Tiba-tiba beliau tersenyum “Ini pelajaran buat kalian dan jangan diulangin lagi!” ucapnya lembut. Suasana yang tegang berubah drastis menjadi lebih bersahabat dan menyenangkan. Sebab ini pertama kalinya beliau tersenyum saat ia  marah karena kesalahan kami. Akhirnya, sang guru #LampauiBatas untuk membuat kami tersenyum dan mengerti apa yang beliau lakukan untuk kebaikan kami. Sebenaranya beliau itu sayang dengan kami.  


Cerita Lainnya

Rachmat Hidayat
26 October 2016 | 11:04
Pengorbanan Kecilku Tak Sebanding dengan Jasamu Ibuku

April 2013, aku ditelpon ayahku bahwa ibuku sakit stroke dan Beliau dirawat di RSUD kota asalku. Aku…