Nadia Alaydrus
23 October 2016
1 Likes

Hadiah terbaik untuk ibu

    aku adalah seorang wanita berusia 23th yang sehari-hari berprofesi sebagai co-assisten di sebuah rumah saki daerah di Yogyakarta. kesibukanku yang cukup luar biasa, terkadang membuatku lupa dengan orang-orang di sekitarku. tetapi, aku selalu ingat dengan ibu. dalam sehari, aku harus menyempatkan diri untuk menelponnya dan mendengar suaranya. karena hanya hal itulah yang mampu merubah rasa lelahku ini kembali menjadi semangat. bahwa suatu saat ini, dialah orang pertama yang akan menangis bahagia, saat melihat aku wisuda, dan menyandang resmi gelar 'dokter'.    hari ini, tepat tanggal 22 Desember, dan aku, masih berada di ruangan operasi untuk meng-asisten operasi sectio caesaria. sedangkan hari ini, adalah hari ibu. perutku yang sangat lapar ini sudah melilit sejak pagi belum makan. terapi apa daya, aku baru bisa menyempatkan untuk makan, setelah semua tugasku ini selesai. tetapi untuk hari ini, makan bukanlah prioritasku. terapi bertemu ibu dan mencium tangannya adalah kewajibanku hari ini.    3 jam berdiri di ruangan yang cukup dingin ini,  4 jadwal operasi akhirnya selesei. segeralah aku berlari ke ruang ganti dan mengganti bajuku. kemudian aku bergegas mengambil motor untuk segera pulang. gerimis hujan menemaniku sepanjang perjalanan, hingga di sebuah lampu merah seorang gadis mahasiswa yang menggunakan kaos seragam panitia sebuah acara, menawari aku bunga mawar. "mari mbak, bunganya""berapa ini?" tanyaku."sepuluh ribu aja, mbak"ku rogoh kantong jaketku, ku cari seluruh uang yang aku miliki. tersisa sembilan ribu lima ratus rupiah. hanya itu, uangku. akhirnya, dengan kata maaf aku mengurungkan niatku untuk membeli bunga itu. tetapi dengan senyumnya yang ikhlas, wanita itu bilang "ambil aja mbak, kasih ke ibunya hari ini". dengan rasa bahagia yang teramat sangat aku ambil bunga itu, "makasih banget Mbak, iya saya kasih ke ibu hari ini"ku bawa bunga itu dengan tangan kiri dengan sangat hati-hati, berharap bunga itu masih mekar sampai ke rumah. jarak dari rumah sakit ke rumah yang cukup jauh ini, harus memakan waktu kurang lebih satu jam dengan motor. tiba-tiba di tengan jalan, hujan deras sekali membasahi jalan. sedangkan aku, kurang tiga ratus meter lagi untuk sampai ke rumah. terpaksanya, ku terjang hujan itu sampai aku ke depan pintu rumahku. ku lihat ibuku sedang mengambil kurungan burung yang masih terletak di luar rumah, supaya burung peliharaannya tidak kehujanan.sampailah aku di rumah, dan melihat wajah malaikat dalam hidupku. secepatnya aku menghampiri, dan akan ku berikan mawar tadi untuk ibu. tetapi, saat ku lihat tangan kiriku, kosong. mawar tersebut terlepas dari tanganku bersama angin yang kencang di jalan. ku peluk ibu, samba bicara "maaf ma, aku ga sawa apa-apa, aku tadi bawa mawar, tapi jatuh di jalan.""kamu hal paling berharga yang mama punya, dengan kamu pulang, itu sudah menjadi hadiah untuk mama, mama cuma berharap, meskipun kamu ingin menjadi orang yang sukses, jangan pernah lupa sama mama ya, karena seorang ibu itu, tidak lain hanya memikirkan anaknya, meski susah maupun senang, meski sakit maupun sehat, mama sedang makanpun, mama memikirkan kamu sedang makan apa di luar sana, itulah ibu. mama tau mungkin kamu tidak seperti ini, tapi kamu bisa tanya semua ibu di dunia ini, semua pasti berfikir seperti mama"air mataku tak tertahan dan menetes. aku sayang sama mama. tanpamu, aku bukanlah apa2, dan tidak terlahir di dunia ini.i love you, mom.


Cerita Lainnya

Yolanda
22 October 2016 | 08:33
Berawal dari sapaan dan senyuman

Halo,namaku Yolanda,aku ingin bercerita kisah yang aku alami bersama salah satu sahabatku..Namanya Jane“Ga usah neng” jawaban bersahabat…