Fajar Achmadi
24 October 2016
3 Likes

Untukmu RInjani

Sebagai seorang Ayah, aku ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan, menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung pada siapapun.

Ayah akan membiarkan kamu menang dalam permainan ketika kamu masih kecil nak, tapi dia tidak ingin kamu membiarkannya menang ketika kamu sudah besar.
Ayah selalu sedikit sedih ketika melihat anak-anaknya pergi bermain dengan teman-teman mereka. karena dia sadar itu adalah akhir masa muda mereka.

Ayah mulai merencanakan hidupmu (Rinjani Kirana Dewi) ketika tahu bahwa ibumu hamil (mengandungmu) , tapi begitu kamu lahir, ia mulai membuat revisi.

Ayah membantu membuat impianmu jadi kenyataan bahkan diapun bisa meyakinkanmu untuk melakukan hal-hal yang mustahil, seperti mengapung di atas air setelah ia melepaskanya. dan berdiri diatas balok kayu.

Ayah memang tidak suka meneteskan air mata ….
ketika kamu lahir dan dia mendengar kamu menangis untuk pertama kalinya, dia sangat senang sampai-sampai keluar air dari matanya

(ssst..tapi sekali lagi ini bukan menangis)

Ayah mungkin tidak tahu jawaban segala sesuatu, tapi ia membantu kamu mencarinya.

Ayah di dapur. Membuat memasak seperti penjelajahan ilmiah. Dia punya rumus-rumus dan formula racikannya sendiri, dan hanya dia sendiri yang mengerti bagaimana menyelesaikan persamaan-persamaan rumit itu. Dan hasilnya?… .

mmmmhhh…” tidak terlalu mengecewakan” ^_~


Ayah paling tahu bagaimana mendorong ayunan cukup tinggi untuk membuatmu senang tapi tidak takut.

Ayah akan memberimu tempat duduk terbaik dengan mengangkatmu dibahunya, ketika pawai lewat.

Ayah tidak akan memanjakanmu ketika kamu sakit, tapi ia tidak akan tidur semalaman. Siapa tahu kamu membutuhkannya.


#LampauiBatas


Cerita Lainnya

Rani Siti
12 October 2016 | 09:16
Single parent untuk anak semata wayangku

Menjadi single parent untuk anak semata wayangku yang berusia  4 tahun tidaklah mudah.  Saya tidak menyangka diusia…