Sarah Ara Qodriyani
25 October 2016
0 Likes

Aku dan Tuberkulosis

Halo, namaku Sarah. Aku seorang mahasiswi berumur 20 tahun. Pada tahun 2014 lalu, aku dinyatakan mengidap penyakit Tuberkulosis atau yang biasa disingkat TBC. Sejak hari itu, aku menjalani pengobatan selama kurang lebih satu tahun. Selama masa pengobatan aku seringkali mengeluh, menangis, bahkan menyerah pada kehidupanku. Namun dengan dukungan keluarga dan teman-teman, pengobatan terus aku lakukan, meskipun aku sempat putus minum obat beberapa kali. Karena sebenarnya, obat untuk pengidap TBC harus terus dikonsumsi dan tidak boleh putus walau hanya sehari.
Pada tahun 2015, bakteri pada tubuhku dinyatakan "tidur", yang berarti aku telah sembuh namun dapat kembali kambuh apabila kondisi tubuhku melemah. Meski telah cukup terbebas dari penyakit TBC, badanku menjadi rentan terhadap berbagai penyakit. Hingga saat ini, tahun 2016, kondisi tubuhku pun masih seperti itu. Bahkan, aku menduga bahwa si bakteri mulai "bangun" karena akhir-akhir ini kondisiku cukup memburuk.
Akibat kondisi tersebut, aku tidak bisa berprestasi layaknya teman-temanku yang lain. Aku tidak bisa memiliki IPK tinggi karena rendahnya kehadiran kuliah serta tidak bisa aktif berorganisasi karena sulit beraktivitas terlalu berat.

Hingga akhirnya, aku mencoba #lampauibatas dengan mencari hal lain yang bisa aku lakukan untuk berprestasi. Dan kini aku telah menemukannya, yaitu; menulis. Sebab, menulis bisa aku lakukan dimana saja, bahkan di atas kasur sekalipun.
Aku suka menulis puisi serta narasi puitis. Kadang aku menulis untuk diriku sendiri, kadang juga untuk sebuah project. Sehingga dari menulis, aku mendapatkan sebuah pencapaian. Setidaknya, aku bisa tunjukkan bahwa aku bisa #lampauibatas dengan caraku sendiri.


Cerita Lainnya

Munika Duri
08 October 2016 | 21:20
Anak Manja yang belajar bekerja

Lahir dari keluarga yang berkecukupan membuatku tak mengerti apa itu kerja keras, mungkin karena aku terbiasa dengan…