Sony Aprilla Suasnika
26 October 2016
0 Likes

Perkebunan masa depanku

Batu kajang adalah desa di kabupaten paser kalimantan timur, disitulah aku dilahirkan dan dibesarkan. Oh,iya aku dilahirkan dengan sebuah operasi sesar, ibuku mengkorbankan nyawa demi melahirkan aku. Kini aku sudah tumbuh dewasa, kini aku sudah lulusan SMA terbaik ditempatku. Aku dibesarkan dari seorang ayah petani, ayah bekerja dari sebelum pajar memancarkan cahaya hangatnya dipagi hari. Ayahku sudah pergi ke kebun untuk menanam kelapa sawit, ayah bekerja keras hanyalah untuk membuat aku memiliki masa depan yang baik dan hanya untuk membuat aku bisa masuk ke perguruan tinggi yang aku inginkan. Banyak sekali perusahaan penambang batu bara didesaku ini namun ayah memilih untuk tetap berkebun kelapa sawit, panas terik matahari menyengat kulitnya dan rasa dahaga menghampiri tenggorokannya, namun ayah tak menghiraukan nya dia tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Tak pernahku dengar keluhan dari mulutnya, tak pernah juga aku melihat ayah malas untuk bekerja. Walaupun terkadang hanya akulah yang mengeluh atau malas saat aku disuruh sekolah dan belajar dulu. Namun ayah tetap menghadapi itu semua dengan sabar, tak pernah aku dihukum dengan pukulan dari tangannya hanyalah kata nasehatlah yang keluar dari mulutnya. Ayah memang bagaikan malaikat yang ada pada hidupku ini, semua keinginan dan fasilitas diberikan kepadaku walaupun aku suka mengeluh dah bermalasan.Kini aku sudah dewasa, sekarang aku mengerti akan hidup dan tanggung jawabku. Kini aku sudah tidak bermalasan lagi buat sekolah aku memutuskan untuk masuk perguruan tinggi untuk masa depan yang lebih baik lagi. Karena aku sadar lapangan pekerjaan dan pengangguran sangat banyak, maka dari itu aku sekolah untuk menjadikan hidupku lebih baik dan masa depan yang lebih cerah lagi.Terimakasih ayah atas pelajaran hidup yang kau berikan, kini aku mengerti akan tanggung jawab dan kemana aku harus melangkah. I LOVE YOU AYAH#LampauiBatas 


Cerita Lainnya

lidha maul
28 October 2016 | 16:59
Meretas Kekakuan

"Jangan sombong sama orang", begitu kata Ibu saya, pun tebakan tidak seimbang yang dilontarkan sebagian orang ke…