Fauziyah Rahmawati
26 October 2016
3 Likes

Keluarga kecil di Kota kecil

Saya perempuan yang lahir dan dibesarkan di Kota Bontang.Hidup dalam perekonomian keluarga yang tak menentu. Berpindah-pindah rumah lebih dari 10 kali, terparahnya ialah memakan sayur kangkung belakang rumah bekas diinjak-injak bahkan dikencingin anjing tetangga. Pernah suatu hari saya mengeluh kepada Ibu saya "Bu kapan ya kita bisa jalan-jalan keluar kota?""Ibu ga punya uang. Kalau kamu mau segala sesuatu ya usaha sendiri" jawab Ibu.Saya bersemangat! Saya mencoba aktif dalam Taekwondo. Keberuntungan berpihak kepada saya, tahun 2008-2010 saya mengikuti pertandingan Taekwondo di berbagai kota di Kaltim.Tahun 2011 saya ke Jakarta untuk mengikuti pertandingan Taekwondo.Tahun 2014 saya ke Bali bersama Paskibraka Kota Bontang.Semua itu saya dapatkan secara gratis dan mendapatkan uang saku.Akhir tahun 2015 saya ke Yogyakarta. Tujuan utamanya ialah mengikuti test sekolah kedinasan tetapi saya tidak lolos. Saya memutuskan untuk bekerja tanpa dibiayai sedikitpun oleh orangtua. Padahal gaji saya hanya Rp. 800.000. Sedangkan bayar kost Rp. 350.000. Mau tidak mau, saya harus hemat. Setiap pagi saya memakan selembar roti tawar. Malamnya, saya membeli makanan di depan tempat kerja. Sederhana, isinya hanya nasi, terong, kubis dan sambal seharga Rp. 5.000. Merantau di Kota orang sungguh berat. Apalagi logat saya yang sama sekali tidak ada Jawanya ini membuat saya susah berinteraksi dengan orang-orang.

Untungnya, sejak kecil saya sudah terbiasa merasakan pahit manisnya kehidupan sehingga saya tidak 'melempem' ketika menghadapi dan menjalaninya.
Saya tetap ingin mengubah takdir hidup keluarga saya, dengan cara saya harus bisa menjadi seorang pramugari.
Saya ingin mewujudkan 'segala sesuatu' lagi seperti yang Ibu katakan. Yang bisa membuat Ibu, Bapak, Kakak dan Adik saya tersenyum bahagia.
Karena, semua itu tidak lain dan tidak bukan ialah untuk keluarga kecil di sebuah Kota Kecil.


Cerita Lainnya

Mufti Alie
20 October 2016 | 16:11
From Zero to Hero,berawal dari yang tidak mungkin menjadi mungkin

Ini adalah kisah kawan SMA-ku yang dimana aku terlibat didalamnya..Dia anak sebatang kara sebut saja namanya TS,…