Rosanna Simanjuntak
26 October 2016
10 Likes

Sehari Berbagi Seumur Hidup Menginspirasi

DO what you LOVE and LOVE what you DO! Ungkapan inilah yang menginspirasi saya saat memutuskan bergabung dengan kelas inspirasi. Ingin  terlibat dalam ikhtiar kolektif meningkatkan kualitas pendidikan khususnya di kota di mana saya tinggal. Kelas inspirasi merupakan gerakan nirlaba nasional yang digagas di banyak daerah dengan merangkul masyarakat umum. Kelas inspirasi mewadahi para professional dari berbagai sektor untuk ikut berpartisipasi pada misi mulia ini. Para professional ini akan mengunjungi dan bercerita tentang profesi mereka dalam satu hari di berbagai Sekolah Dasar dengan membawa pesan semangat dan informasi, yang diharapkan mampu menjadi motivasi dan inspirasi anak-anak agar lebih gigih dalam mencapai cita-cita mereka.Hampir 2 bulan menunggu akhirnya mendapat konfirmasi bahwa saya diterima. Saya sangat gembira! Namun itu tak berlangsung lama karena menjelang hari pelaksanaan, saya merasa bingung karena tak tahu harus mulai dari mana.Mengajar di depan anak-anak? Anak-anak masa kini yang taktis dan kritis. Oh my GOD!Aduh, ini belum pernah saya lakukan dan kabar buruknya saya tidak punya pengalaman sama sekali. Paling banter pernah tampil di depan kelas bernyanyi, menari, membaca puisi dan berpidato. Itu saja!Suatu hari saya membaca salah satu caption artikel yang pernah saya tulis. “Bahwa hal baru bukan untuk ditakutkan, namun untuk ditaklukkan!” Maka mulailah saya membangun energi. Sedikit demi sedikit. Melahap artikel, foto, testimoni bahkan video kelas inspirasi. Banyak hal-hal baru yang saya dapatkan sekaligus membantu saya menemukan ide, wawasan dan sudut pandang baru.Untuk lebih memantapkan ide saya kerap latihan mengajar di rumah ditemani buah hati yang dengan rela memberikan masukan dari sudut pandang seorang siswa. Sempurna!Meski di awal kelas saya masih grogi namun seiring waktu saya sangat menikmati kelas inspirasi ini. Anak-anak desa nelayan terlihat sangat menikmati kelas inspirasi terutama saat sesi menuliskan cita-cita mereka di pohon cita-cita. Senyum  tak pernah berhenti menghias wajah mereka. 


Cerita Lainnya

Rani Siti
12 October 2016 | 09:16
Single parent untuk anak semata wayangku

Menjadi single parent untuk anak semata wayangku yang berusia  4 tahun tidaklah mudah.  Saya tidak menyangka diusia…