Rachmat Hidayat
26 October 2016
167 Likes

Pengorbanan Kecilku Tak Sebanding dengan Jasamu Ibuku

April 2013, aku ditelpon ayahku bahwa ibuku sakit stroke dan Beliau dirawat di RSUD kota asalku. Aku sangat kaget mendengarnya padahal minggu lalu beliau sehat. Seketika itu juga aku pulang. Selama seminggu aku izin tidak masuk sekolah, padahal ada try out yang harus diikuti siswa kelas 3. Karena Ayah dan kakakku sibuk bekerja di pagi hari, akulah yang merawat ibuku, dimulai dari membantu beliau makan hingga ke kamar mandi sembari belajar di malam harinya. Waktu UN pun tiba. Capek terasa di tubuhku ketika mengerjakan UN. Hampir tidak ada waktu untuk istirahat. Karena tak kunjung sembuh, ibuku dirujuk ke RS di Malang. Benar saja, RSUD di kota asalku salah memprediksi sakit beliau. Ternyata ibuku mengidap kanker paru paru yang telah menjalar ke otak. Kanker beliau yang di otak cukup besar sehingga mengganggu kinerja motorik tubuh, itulah mengapa beliau tidak bisa menggerakkan tubuh separuhnya. Seluruh keluarga besar telah membantu untuk proses operasi, namun obat dan biaya RS lainnya keluargaku sendiri yang menanggungnya. Gaji Ayah dan kakakku tidak cukup untuk itu. Tanpa sepengetahuan keluargaku, aku bekerja di warnet. Gajinya tidak seberapa, namun bisalah membantu biaya ibuku. Aku bekerja 10 jam pada malam hari dan pagi harinya aku menjaga ibuku. Capek sekali rasanya, tapi inilah yang bisa kuberikan pada ibuku. Pernah sesekali pingsan didepan kakakku mungkin ini batas tubuhku, tapi kusuruh agar merahasiakan ke ibuku. Canda tawa bersama ibuku ketika aku menjaga beliau sudah cukup untuk membayar rasa capekku. Setelah melalui operasi otak, ibuku membaik. Aku bersyukur, rasa capekku terbayar. Ternyata tidak berakhir dengan baik. 2 Minggu setelahnya, kanker paru paru ibuku merajalela. Ibuku sesak dan operasi kembali. Namun terlambat. Ibuku tidak tertolong. Aku hanya bisa menangis. Apa salahku? Aku sudah melakukan semuanya, tapi kenapa hasilnya seperti ini? Hingga saat ini, aku sangat rindu canda tawa beliau. Semoga amal ibuku diterima di sisiNya. Amin...


Cerita Lainnya

Ina Tanaya
15 October 2016 | 09:05
#LampauiBatas Kebahagiaan untuk Seorang Kakak

Memberikan hadiah untuk seorang kakak itu sulit-sulit gampang.  Apalagi jika karakter kakaku itu seorang yang serius, disiplin…