Cris Nant
27 October 2016
0 Likes

Sebuah Kepercayaan

Kelam malam tanpa bulan memang pekat, tapi tak pernah sepekat ini. Walau bulan tetap duduk di singgasananya, kepekatan malam kurasakan lebih dalam. Kepercayaan diri akan kemampuanku mulai luntur ketika setiap usahaku untuk mengembangkan bisnis selalu tenggelam. Malam itu aku hanya memandang langit dan bulan dengan perasaan yang kelam dan pekat. Baru saja memulai bisnis ayam potong, krisis moneter melanda negeri ini dan tentunya membuat bisnis ayamku terkena imbas yang sangat buruk. Aku bangkrut karena modal yang kumiliki tergerus habis oleh kerugian akibat pergolakan ekonomi negeri. Harga pakan ayam meningkat sebelum masa panen yang membuat pengeluaran menjadi berlipat ganda. Saat memikirkan kemalangan tersebut, tiba-tiba ibu hadir dan memegang kedua pundakku. Suara penyemangat itu selalu mengajarkanku banyak hal dan selalu mempercayai diriku. Ibu meringankan perasaanku dan memberikan wejangan agar aku tetap percaya pada diriku. Satu kata yang aku ingat adalah "jika ibu saja percaya pada kemampuanmu, kenapa kau tidak bisa mempercayai dirimu". Dari kata tersebut, aku mulai tergugah dan tidak ingin menyerah. Tanpa sepengetahuan ibuku, aku mulai membangun diri. Aku bekerja menjadi kuli bawang, kuli dekorasi pernikahan, dan berbagai pekerjaan kasar lainya. Semuanya kulakukan untuk mengumpulkan modal untuk membuat mimpiku jadi kenyataan. Setelah dua tahun aku bergelut di dunia pekerjaan pasar dan ekonomi negara mulai stabil, kumulai kembali mimpiku yang pernah runtuh diterjang gelombang krisis moneter. Kembali aku beternak ayam potong dengan modal yang telah aku dapatkan. Ibu pun ikut bahagia dan senantiasa membantu beberapa tugasku untuk merawat ayam ketika aku pamit tidak bisa mengurus ayam karena aku juga sesekali masih bekerja kasar untuk mencari modal tambahan. Setelah dua tahun berkembang, kini peternakan ayamku sudah banyak. Aku kini tidak lagi menangani ayamku secara langsung. Aku hanya memasok pakan ayam dan bibit ayam kepada para peternakku dan memanen serta menjual ayam tersebut. Dalam suka cita ini, kata-kata tersebut masih jelas terngiang di telinga serta hatiku. "jika ibu saja percaya pada kemampuanmu, kenapa kau tidak bisa mempercayai dirimu". Benar, jika kita ingin melakukan sesuatu, kita harus mempercayai bahwa kita mampu melakukanya. Kepercayaan yang diberikan oleh orang lain apalagi orang yang kita sayangi menjadi sebuah motivasi lebih untuk kita agar kita mampu mencapai mimpi yang kita miliki. Setelah kesuksesanku, ibu mengatakan satu hal yang membuatku selalu merasa bahagia, "kau kebanggaan ibu, jangan pernah berhenti percaya pada kemampuanmu anakku".


Cerita Lainnya

Tha Cahyu Gunawan
26 October 2016 | 08:48
Apapun ku lakukan agar kau tersenyum bahagia.

Hari ini begitu melelahkan tekanan bos dikantor yang meminta seluruh pekerjaan beres dalam minggu ini membuat saya…