Hardiansyah
27 October 2016
1 Likes

Sepatu Baru

Beberapa hari ini aku selalu dihukum karena terlambat ke sekolah. Saat dihukumpun aku selalu yang terakhir masuk kedalam kelas. Kecuali jika hukumannya mengeringkan genangan air dilapangan olah raga, aku bisa lebih lekas menyelesaikan hukuman, karena aku bisa bergerak bebas karena tidak memakai sepatu. Bila terlambat lagi, aku berharap tidak disuruh berlari keliling lapangan, takut sepatuku tambah rusak, itulah penyebab keterlambatanku. Sudah saatnya sepatuku wajib diganti, tapak sepatu kanan sudah tipis dan tapak sepatu kiri sudah berlubang sebesar jempol kaki. Aku melapisi lubang pada tapak sepatu kiri dengan plastik hitam sekadar telapak kakiku tidak bersentuhan dengan tanah. Aku berjalan lambat-lambat ke sekolah agar tapak sepatu kanan tidak robek. Aku tidak tega meminta sepatu baru pada orang tuaku. Penghasilan orang tuaku sebagai pedagang tidak banyak, apalagi saudara-saudaraku sekolah semua. Meminta sepatu baru hanya akan menambah susah pikiran mereka, biarlah aku yang mengalah. Fokusku saat ini adalah mengumpulkan uang untuk membeli sepatu baru. Aku bekerja sebagai kuli angkat. Saat panen hasil bumi banyak anak-anak yang melakukan pekerjaan ini. Mereka mengangkat hasil panen dari kebun hingga ketepi jalan untuk dibeli oleh para pengepul. Ternyata menjadi kuli angkat tidaklah mudah, selain belum pernah kulakukan berat yang harus kupikul rata-rata sama berat dengan badanku. Hampir saja aku menyerah karena ini sudah melampaui batas kemampuanku, tapi aku memilih tidak menyerah. Motivasiku membeli sepatu baru sudah kuat, apalagi upah yang kudapatkan juga cukup untuk membeli tas baru adikku yang juga sudah rusak. Seminggu aku lakoni pekerjaan ini, badan kecilku terasa remuk redam. Saat uangnya terkumpul, dengan gembira aku pergi kepasar membeli sepatu baru sekalian tas untuk adikku. Ayah ibuku bangga sekaligus sedih padaku karena harus melakukan pekerjaan yang melampaui batas kemampuanku untuk seukuran anak kelas 6 SD. Itulah yang kulalui dulu untuk mendapatkan sepatu baru tanpa harus menyusahkan orang tua. Aku sangat bangga jika mengingat-ingat ini.


Cerita Lainnya

Ina Tanaya
15 October 2016 | 09:05
#LampauiBatas Kebahagiaan untuk Seorang Kakak

Memberikan hadiah untuk seorang kakak itu sulit-sulit gampang.  Apalagi jika karakter kakaku itu seorang yang serius, disiplin…