Kartika Nugmalia
29 October 2016
9 Likes

Mewujudkan mimpi ibunda

Sebagai seorang anak, pernahkah terlintas ingin memberikan sesuatu untuk orang yang paling kita sayangi? Orang tua?
Pertanyaan retoris ini membawa saya pada sebuah penyesalan ketika mengingat kegagalan mempersembahkan hadiah umroh untuk orang tua saya.
Saya ingat betul kata kata ibu saat itu
"Nduk, ibu tuh punya rencana mau jual tanah di kampung. Ibu pengen umroh nduk."...lalu ada semacam rasa sesak melanda hati, karena belum bisa mengajak ibu berangkat umroh kala itu."Kalau tanahnya gak laku, ya nanti biar diwakafkan aja jadi masjid.
Tak berapa lama, ada program leaders driver dari perusahaan tempat saya mengais rejeki, Oriflame. Oriflame menawarkan pilihan pergi ke Turki, Umroh dan ke KoreaKetika itu, secercah cahaya menyelimuti saya. Bismillah, semoga saya dimudahkan menjemput tiket umroh untuk ibu tercinta. 
Tantangannya adalah selama 6 bulan berturut turut harus punya kenaikan 1000 poin dan minimal poin adalah 13.000 BP. 
Bulan pertama...lolosBulan kedua...lolosBulan ketiga...lolosBulan keempat...lolos
Sisa 2 bulan lagi untuk mendapatkan tiket umroh idaman, ternyata di bulan ke 5 omzet saya turun. Tak tanggung tanggung, dari 17.000 poin (sekitar Rp 96.000.000,-) di bulan keempat, bulan ke lima saya baru mengumpulkan  16.000 poin menjelang closing poin. 
Usaha maksimal sudah saya lakukan untuk mendongkrak omzet, namun ternyata masih belum maksimal. Remuk hati saya saat itu. Bukan karena kegagalan saya, tapi karena merasa belum bisa berjuang untuk membahagiakan ibu. 
Yang bikin lebih nyesek lagi adalah, ketika di bulan ke 6 dalam hitungan kualifikasi saya lolos dengan 19.000 poin (sekitar Rp.107.000.000,-). Saya hanya gagal di bulan ke 5 *nangis India*
Kenangan ini saya ingat ingat untuk menjadi pelecut saya berjuang lebih baik lagi. Ketika akhirnya diumumkan bahwa Director seminar 2016 ke Bali. Bali adalah pulau yang saya, bapak dan adik pun sudah pernah kesana, tapi ibu belum.  Kalau lihat foto foto kami di Bali, ibu sering bilang kalau serumah cuma ibu yang belum pernah ke Bali.
Nah, ke Bali itu juga ada syarat syaratnya, jadi new achiever alias kudu mencapai title baru. Saat itu saya adalah seorang Director dan harus jadi Gold Director untuk bisa dapat tiket gala dinner dan nginep di hotel berbintang 5 di Bali. 
Naikin omset bukan perkara gampang. Mau hasil lebih, kerjanya harus lebih. Untungnya kerja team di Oriflame keren syekaliiii. Dibela belain ngadain OOM ke luar kota, Magelang, Klaten dijabanin. Semua saling kerjasama sehingga Alhamdulillah saya bisa jemput level Gold Director saya karena banyak team saya yang juga naik level.
Singkat cerita, untuk mengurangi rasa bersalah saya, sekaligus ingin ibu menginjakkan kaki ke Bali untuk pertama kalinya, saya mengajak ibu menjadi partner gala dinner saya di Bali. 
Akomodasi yang super wah dari Oriflame membuat ibu puas. Berangkat ke Bali pertama kali dengan traktiran Oriflame. Ibu yang jarang banget mau difoto malah jadi minta sering sering foto di pantai yang jadi bagian view Hotel Conrad, tempat kami menginap.
Saya tau, kisah ini nggak heroik dengan ending akhirnya bisa ajak ibu saya umroh, tapi setidaknya bisa mengibaskan kembali senyum ibu dari kekecewaan kekecewaan yang saya torehkan di masa lalu, cukup berharga bagi saya. Setidaknya saya bisa memberikan sedikit kenangan indah bagi beliau. 
Ini cerita #lampauibatas ku. Mana ceritamu? 


Cerita Lainnya

Tata Ibba
08 October 2016 | 07:15
Takut Namun Ingin Tahu

Menikmati pantai di kota Trenggalek pasir putih sambil memperkenalkan dunia laut untuk kedua anandaku. Apalagi jelang hari…