Ranny Afandi
30 October 2016
25 Likes

#LampauiBatas Demi Kesembuhan Mama

Setahun lalu...Saat itu, saya tengah hamil 7 bulan. Selesai pulang dari nikah sepupu, mama, cici dan saya jalan ke mal. Malamnya, perut terasa kencang dan mulas. Keringat dingin merabas seluruh tubuh saking menahan sakit. Ini adalah kontraksi melahirkan! Saya pun bergegas ke dokter kandungan. Dan memang benar dugaan saya. Dokter pun menawari opsi : rawat jalan atau nginap. Tanpa menunggu lama saya pun minta rawat jalan saja. Selang seminggu, di pagi hari sekitar pukul sepuluh, mama tiba-tiba mengeluhkan dada kiri sakit, pucat, keringat dingin membanjiri tubuhnya. Panik? Iya! Dengan bantuan tetangga mama dibawa ke Siloam. Ada sedikit masalah dengan jantung mama dan pihak rumah sakit merujuk ke pusat jantung di rumah sakit Kandou. Kali ini mama harus nginap lebih lama untuk menjalani serangkaian tes kesehatan jantung. Dan dokter menemukan ada penyempitan pembuluh darah dan aritmia. Operasi jalan satu-satunya. Keesokan hari ketika menjenguk mama, saya mengalami kontraksi lagi. Sorenya, saya kembali ke dokter kandungan. Kali ini dokter marah karena saya bandel, tidak mau istirahat. Dokter pun nggak mau tau alasan saya. Kembali saya memohon agar diberi obat saja menolak rawat inap.Walaupun disuruh istirahat tapi hati ini tak tenang.Saya pun kembali tiap hari menjenguk mama di mana jarak rumah dan rumah sakit itu jauh. Saya tidak peduli lagi dengan kontraksi, berusaha semaksimal mungkin agar rileks dan tetap menjaga asupan gizi. Apa yang bisa saya lakukan untuk mama selain menjaganya? Kasih sayang yang mama limpahkan tidak akan pernah bisa saya bayar dalam bentuk apapun. Inilah #LampauiBatas di luar kebiasaan yang pernah saya lakukan demi orang tercinta. Walau keadaan serba terbatas tapi saya ingin selalu ada untuk mama karena itu yang dibutuhkannya.“Mama tidak butuh duit yang banyak, kehadiran kalian di samping mama itu lebih dari cukup.” Kalimat mama selalu terngiang dan meneduhkanku. Cerita #LampauiBatas ini takkan pernah saya lupakan.


Cerita Lainnya

Nadia Alaydrus
23 October 2016 | 13:14
Hadiah terbaik untuk ibu

    aku adalah seorang wanita berusia 23th yang sehari-hari berprofesi sebagai co-assisten di sebuah rumah saki…