Munika Duri
08 October 2016
3 Likes

Anak Manja yang belajar bekerja


Lahir dari keluarga yang berkecukupan membuatku tak mengerti apa itu kerja keras, mungkin karena aku terbiasa dengan semua yang serba ada dan tersedia tanpa harus bersusah payah. Namun siapa yang menyangka saat tiba-tiba ayahku kecelakaan hingga kondisi kehidupanku mulai berubah secara perlahan. Ya, ayahku tak bisa bekerja seperti biasa dengan kakinya yang patah sehingga keuangan keluarga kami mulai terceceran terlebih untuk pengobatan ayah. Kuingat betul usiaku saat itu SMA kelas 2 dimana adikku yang duduk di kelas 3 SMP juga butuh biaya pendidikan yang tak sedikit. Singkat cerita, aku yang tak lagi mengharap uang saku pun ikut kasihan dengan ibu yang harus berjualan pakaian dari rumah ke rumah demi membiayai hidup kami sehari-hari. Waktu begitu cepat berlalu hingga tak terasa memasuki bulan Agustus dimana hari kemerdekaan disambut semua orang dengan suka cita. Memanfaatkan momen ini pula tiba-tiba terbersit pikiranku untuk berjualan camilan, es ataupun gorengan mengingat rumahku termasuk jalan strategis yang selalu dilewati entah kegiatan baris-berbaris ataupun karnaval. Entah mendapat kekuatan darimana kala itu aku begitu bersemangat melayani anak-anak yang berjubelan sementara ibu menjadi koki dibelakang. Rasa malu serta minderku seketika berganti rasa bangga serta haru bahagia melihat perjuanganku tak sia-sia. Tak puas disitu, aku pun mengajak ibu untuk membuka stand di pasar malam yang kuisi dengan aksesories serta alat-alat tulis yang modalnya masih meminjam ditoko dengan perjanjian membagi separuh keuntungan. Alhamdulillah, aku percaya tak ada perjuangan yang sia-sia nyatanya tak hanya materi yang kudapat untuk membantu ibu, tapi yang terpenting adalah pengalaman tak ternilai yang tak kudapati dibangku sekolah. Berkat pengalaman itu pula aku bisa tumbuh dewasa dan makin mantap dalam melangkah serta mengambil keputusan. Ya, terkadang keadaanlah yang memaksa kita untuk berubah dan aku bersyukur atas itu semua.


Cerita Lainnya

Sarah Ara Qodriyani
25 October 2016 | 22:39
Aku dan Tuberkulosis

Halo, namaku Sarah. Aku seorang mahasiswi berumur 20 tahun. Pada tahun 2014 lalu, aku dinyatakan mengidap penyakit…