Naylin Najihah
12 October 2016
1 Likes

BAU KECUT GADIS DOWNSYNDROME


Aku terengah-engah, kakiku yang terlalu panjang kupersilahkan untuk meregangkan otot-otot sendinya setelah berlari mengejar kereta. Bahuku nyeri karena handybag  yang penuh dengan peralatan kecantikan. Saat memijit-mijit kaki yang kelelahan karena memakai sepatu tinggi, tiba-tiba seorang bocah lelaki menjerit. Rupanya di seberang bocah itu terdapat seorang gadis penderita down syndrome yang mengajaknya bermain. Ia menjulur-julurkan lidah, tangannya memanggil-manggil.Aku berjalan menuju bangku kosong di dekatnya. Setelah ku letakkan di luggage  yang dekat dengannya, aku mengeluarkan selembar tissue.hatciiiiiii….” Tissue kusematkan ke hidung sambil berpura-pura bersin. uehehehe..” gadis itu tertawa geli sekali. Giginya yang hitam karena gigis dan keropos terpampang jelas di hadapanku kini. Rambutnya lurus tegak tersapu kipas angin kereta. Wajahnya kupandangi dalam-dalam, bila kromosom tak membuat rupanya menjadi seperti ini, ia akan menjadi anak yang cantik jelita.hellooowww…apa kabar?” sapaku padanya melambaikan tangan.Dengan lucunya ia memilin-milin jari pura-pura menghitung uang lalu memberikannya padaku. Aku tertawa dan mengelus rambutnya mengucapkan terimakasih. Gadis itu memegangi rok yang kukenakan. Sambil berbincang dengan nenek si gadis aku mengelap semerbak asam keringat di dahi dan lehernya dengan tisu. “Penumpang yang terhormat, karena alasan teknis kereta ini hanya sampai stasiun Depok”. Suara menggema. Setelah semua penumpang turun, si gadis tiba-tiba lari mengejar balon helium.Bugh!..” ia terjatuh dalam peron rel, padahal sebentar lagi kereta jurusan Jakarta akan melintas. Aku yang kemayu, tidak bisa berlari, tidak bisa manjat, menggunakan rok dan highheels tanpa peduli langsung terjun ke dalam rel untuk menyelamatkan dia. Nguuuung!, kereta dari jauh membunyikan klaksonnya. Penumpang seisi stasiun menjerit dan berusaha menolongku mengangkat si gadis. Sepetu highheels yang kukenakan terjepit oleh sisi rel. Tak peduli harganya yang mahal, kuselamatkan nyawaku dengan melepas sepatu itu. Seorang bapak menarik tanganku. Akhirnya aku dan si gadis selamat dan menang melawan kecepatan kereta. Si nenek menangis haru berterimakasih padaku. Semua penumpang tersenyum lega.#lampauibatas


Cerita Lainnya

Juliastri Sn
13 October 2016 | 23:58
Keluar Dari Zona Nyaman Dan Bersahabat Dengan Ketidakpastian

Siapa yang mau keluar dari zona nyaman dan bersahabat dengan ketidakpastian? Tentu kalau boleh memilih, berada di…