Rani Siti
12 October 2016
53 Likes

Single parent untuk anak semata wayangku

Menjadi single parent untuk anak semata wayangku yang berusia  4 tahun tidaklah mudah.  Saya tidak menyangka diusia pernikahan kami yang ke 6 akhirnya kandas di pengadilan agama. Awalnya saya masih bisa membuka pintu maaf untuk mantan suami, tapi beliau melakukan lagi kesalahan yang sama yaitu perselingkuhan dengan wanita idamannya. Sakit sekali rasanya hati ini.  Namun demi anak saya mencoba mempertahankan rumah tangga kami. Namun apa daya mantan suami akhirnya lebih memilih tinggal bersama wanita idamannya dan meninggalkanku dan anak semata wayang kami.Akhirnya saya mengajukan perceraian karena saya tidak mau dimadu. Dengan sekuat tenaga saya, mencoba mencari pekerjaan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.  Puji syukur kepada Tuhan, saya mendapat pekerjaan dan bisa membesarkan anakku.  Kehidupan masih panjang, anakku masih usia 7 tahun namun aku yakin Tuhan tidak pernah diam. Memang mengurus, mendidik dan membesarkan anak seorang diri tidaklah mudah.. berat sekali.. Namun, saya tidak mau menyerah. Saya ingin membahagiakan anak saya. Sekalipun saya gagal membina rumah tangga tapi kasih sayang kepada anak tidak boleh terabaikan karena anak tidak memiliki kesalahan atas perceraian ini. Anak berhak mendapatkan kasih sayang dan kebutuhannya harus tercukupi itulah tekad saya. #lampuibatas


Cerita Lainnya

lidha maul
28 October 2016 | 16:59
Meretas Kekakuan

"Jangan sombong sama orang", begitu kata Ibu saya, pun tebakan tidak seimbang yang dilontarkan sebagian orang ke…