Ina Tanaya
15 October 2016
1 Likes

#LampauiBatas Kebahagiaan untuk Seorang Kakak

Memberikan hadiah untuk seorang kakak itu sulit-sulit gampang.  Apalagi jika karakter kakaku itu seorang yang serius, disiplin dan dia tak suka menerima barang jika barang itu bukan hal yang disukainya.   Aku hanya memiliki seorang kakak yang perbedaan usianya cukup jauh yaitu 11 tahun.  Bukan hanya beda usia saja tapi beda negara dimana kami tinggal membuat kami sulit berkomunikasi.  Namun, aku selalu menganggap kakakku sebagai ibu kedua karena dia selalu memperhatikan kebutuhanku, terutama dalam pelajaran. Dia selalu membimbingku ketika aku mendapat kesulitan dalam pelajaran.Nach, menjelang ulang tahunnya ke-70, aku ingin membahagiakan dengan hadiah yang membuatnya "surprise".   Aku  bekerja sama dengan kedua anaknya, yang nota bene keponakanku.   Apa yach kado yang tepat untukknya?   Satu ide tercetus.   Dan mulailah usaha yang sangat tidak mudah untuk mengumpulkan testimoni dari teman dekatnya maupun famili yang pernah dekat dengan kakakku serta cerita heboh dengannya.  Banyak kesulitan ditemukan, sudah tidak menemukan email dan kontak dari sahabatnya ketika kakakku tinggal di Belgia. Ada lagi sahabatnya yang tidak memiliki email.  Nach di zaman gini masih belum punya email, apa kata dunia.  Lalu ada pula yang bilang, aku kirim foto saja, ngga bisa berikan testimoni.  Sulit tapi terus berusaha untuk bisa selesaikan memorable e-book.Pada hari H, aku tentunya tak bisa hadir karena dia berada di belahan negara yang jauh.  Keponakanku melaporkan.  Mamah sangat bahagia saat membaca e-book yang penuh dengan cerita memorable yang lucu, menyenangkan, membuatnya kecewa, menangis di masa lalu.   Dan satu lagi ceritaku yang tidak pernah dia sudah lupakan, ternyata membuat ingatannya kembali .  Aku menulis bahwa ketika aku masih berusia 5 tahun, dia berusia 16 tahun. Malam itu aku ditinggalkan bersama kakak dan sepupuku karena ayah dan ibu akan pergi nonton bioskop. Agar aku tak menangis, ibu berjanji belikan mainan.  Sayangnya setelah kutunggu sampai malam pukul 23.00, ibu tak membawa apa yang dijanjikan. Tangisku meledak, bahkan tak berhenti.  IBuku sudah berjanji besok akan dibelikan ketika toko buka. Aku tidak mau mengerti, mengamuk.  Akhirnya, kakakku mengikat tangan dan kakiku dengan selendang, memasukkan ke dalam toilet. Sampai tangisan itu selesai, aku dikeluarkan.  Kakakku mengatakan bahwa caraku untuk mendapatkan sesuatu itu tidak baik.   Aku diminta memahami kesulitan ibu untuk bisa menepati janji.Linangan air mata kebahagiaan dan kenangan indah itu mengalir ketika kakakku membaca tulisanku.  Hanya satu kata yang dikatakannya,  aku mencintaimu dengan cara mengubah sikapmu yang tidak baik.


Cerita Lainnya

Akmaluddin Didin
23 October 2016 | 04:27
Sang Guru #LampauiBatas

Teringat semasa SD, aku memiliki guru yang disipilin dan sangat galak. Saking galaknya sampai-sampai ketika sang guru…