Wafiyya Adilah
06 October 2016
3 Likes

Introvert Berbicara

Aku adalah seseorang yang introvert dan jarang berbicara. Bukan malu, tapi terkadang aku kebingungan untuk berbicara apa sehingga lebih memutuskan untuk mendengarkan saja. Namun dalam hal public speaking, aku mengaku memang sangat kurang menguasai. Cita-citaku adalah menjadi seorang produser, dimana jurusan yang terproyeksikan ke sana adalah jurusan Ilmu Komunikasi, jurusan yang sedang kupelajari saat ini. Di jurusan ini, seperti namanya, mempelajari  tentang komunikasi. Semuanya, mulai dari pengertiannya sendiri sampai pengaplikasiannya. Dalam jurusan ini juga dituntut untuk speak up your mind dalam bentuk pertanyaan maupun tanggapan. Ada juga berbagai presentasi yang perlu dilakukan secara berkelompok. Sehingga mau nggak mau, aku harus berbicara juga. Di jurusan ini, yang mana tergolong dalam IPS, bisa dibilang didominasi dengan orang-orang ekstrovert. Lingkungan seperti ini yang membuatku merasa lebih dirangkul dan terbuka. Memang diawal terdapat kekhawatiran seperti “bagaimana ini?” tapi setelah dijalani, ngelewati batas yang pernah aku buat, ternyata nggak sesusah itu. Justru dengan teman-teman seperti itu, aku bisa setidaknya berubah lebih baik dari sebelum-sebelumnya. Ada sebuah pengalaman juga pada saat orientasi universitas, diadakan pembagian kelompok dengan anggota yang banyak. Perbedaan fakultas membuat agenda masing-masing berbeda-beda juga, sehingga untuk mengumpulkan seluruh anggota juga susah, terbukti yang datang cuma 5 orang. Jalan keluar satu-satunya terpaksa menggunakan group chat. Aku termasuk orang yang cuek dan biasa menjadi silent reader dalam group chat, tapi pada kali itu aku berinisiatif mengajak lainnya dan membantu kekurangan-kekurangan yang diperlukan pada hari orientasi. Meskipun bisa dibilang kecil,sepele, dan sebagainya, tapi menurutku sebagai seseorang yang jarang berkontribusi dan berbicara, hal kecil yang sangat bukan diriku itu membukaku melewati batasku dan aku senang.


Cerita Lainnya

Moch Imam Rizki Alfaris
18 October 2016 | 15:45
Kita tak pernah tahu, apa yg seseorang alami dalam perjalanan hidup mereka.

Istriku sudah hampir genap 9 bulan dan dia berkata bahwa air ketubannya pecah lalu saya buru-buru mengantarnya…