Naira NisHwa Khan
17 October 2016
3 Likes

Cerita Yang Tidak Untuk diBaca (Senyuman di Hari Itu)

Hari yang paling membahagiakan pun telah tiba. Tapi seonggok hati terasa ada yang kurang mengena, ntah itu apa. Aku akan menikah hari itu juga, aku bahagia, seluruh keluarga bahagia, seharusnya. Namun, ada 1 yang membuat hati ini sedikit mengernyitkan kebahagiaan. Kakakku tidak ada di tengah-tengah kami. Yah, 1th lalu kakak menikah dan sebagai wanita sudah sepatutnya mengikuti kemana suami pergi, begitupun dengan kakakku. Suaminya meminta ikut tinggal di tanah kelahirannya. Akhirnya kamipun berpisah, terbentang jarak tersekat laut. tapi kami masih saling sapa kabar dengan telepon. Ah, Hari bahagiapun tiba, deru haru kian mengental siang itu. kulihat mata ibuku semakin jelas berembun, ayah terlihat menahan air mata dengan sesekali melempar senyumnya. Ayah, Ibu, kini anak-anakmu tlah dewasa. Tiada lagi teriak manja meminta uang padamu. Apa yang harus kulakukan untuk membahagiakanmu hari ini?Aku teringat kakakku, dan setelah acara janji suci itu selesai, kusempatkan diri mengambil handhpone dan mencoba video call dengannya.

Hasilnya,,, terlihat airmata bahagia dari sudut mata kakakku dan kupanggil ayah, ibu... Mereka berbincang hangat dengan menahan airmata.Mungkin ini senyum bahagiaku, tulus berbalas senyum terindah keluargaku. #LAMPAUIBATAS
 




Cerita Lainnya

Apolonius Lase
10 October 2016 | 05:22
Majalah "Bobo" Penuhi Keinginan Anakku

Nikita Putri Aurelia Lase sekarang genap 9 tahun. Ia duduk di kelas IV SD di sebuah sekolah…