Jumaroh
17 October 2016
2 Likes

Demi memiliki Rumah Sendiri,Tekadku #LampauiBatas Kemampuanku

 Aku hanyalah seorang petni dari kampung dengan segala kesederhaan. Pendidikanku juga hanya tamat SLTP. 4 tahun yang lalu aku menikah dan mulai detik itu pula dimulai tanggung jawabku sebagai seorang suami. Setelah menikah aku beserta istriku masih menumpang ikut orang tuaku. Kadang hati terasa kurang nyaman hidup berlama-lama menumpang hidup dengan orang tua, padahal aku sudah memiliki istri dan keluarga sendiri yang menjadi tanggung jawabku.
 Setelah setahun menikah, saat itu aku mempunyai pikiran untuk bisa membahagiakan istriku dengan tekad untuk bisa memiliki rumah sendiri. Akhirnya meski berbekal ijazah SLTP, aku beranikan diri untuk mencari rejeki di negri seberang. Meski berat aku tinggalkan istriku, tapi ini demi masa depan. Pertama menginjakkan kaki di negri seberang, tampak begitu asing bagiku dengan bahasa dan keadaan disana. Seakan aku seperti "Katak dalam Tempurung". Tapi demi niatku membahagiaan keluargaku, aku bulatkan tekad untuk mencari rejeki disana.
 Disana aku hanya bekerja sebagai kuli bangunan. Ketika habis waktu kerja, sebisa mungkin aku mencari kerja sambilan karena waktu bagiku adalah uang. Makanpun aku seadanya asalkan perut terisi, agar aku bisa menabung uang hasil keringatku nantinya bisa mewujudkan impian aku dan istriku. Kadang dalam keadaan kurang sehatpun aku tetap bekerja. Sesekali aku telepon istri dan keluarga di kampung untuk mengetahui kabar mereka. Aku tak pernah mengeluh dan cerite betapa kerasnya aku bekerja disana. Hanya demi senyum mereka aku selalu bilang " Aku Sehat dan Baik-Baik disini".
 Setelah 2 tahun,akhinya tiba juga saatnya aku pulang kampung halaman. Pertama istri lihat aku, dia bilang "kenapa tambah kurus gini mas?". Lantas kujawab " yang penting aku sehat". Dan akhirnya aku bisa memiliki rumah sendiri meskipun kecil, tapi ini jerit payahku sendiri dan aku bisa mewujudkan impian istriku untuk memiliki rumah. Senyum istriku adalah segalanya bagiku dan untuk meraih itu, dengan tekad dan niat yang kuat aku berani #LAMPAUIBATAS .


Cerita Lainnya

Nadia Alaydrus
23 October 2016 | 13:14
Hadiah terbaik untuk ibu

    aku adalah seorang wanita berusia 23th yang sehari-hari berprofesi sebagai co-assisten di sebuah rumah saki…