Angga Febriani
17 October 2016
4 Likes

#LampauiBatas, Mengejar yang Pantas

Pertama kali mendengar vonis dokter bahwa Keane, putra kami yang berusia 6 tahun, memiliki KJB (kelainan jantung bawaan), saya tak kuasa menahan tangis. Katup aortanya tak bisa menutup dan itu membuat jantungnya bocor berat. Dokter menyatakan kondisinya sudah di ambang batas. Satu-satunya solusi adalah operasi. Biayanya hampir 200 juta. Oh, Tuhan, dari mana dana sebanyak itu?
Dua tahun berusaha, dan gagal, akhirnya Tuhan membukakan jalan. Tim dokter bedah jantung dari NUH Korsel melawat ke Indonesia dan bersedia melakukan operasi secara cuma-cuma. Masalahnya, waktu persiapan hanya dua minggu. Termasuk, memastikan THT bebas dari infeksi dan tak ada lubang sekecil apa pun di gigi karena kuman yang terbawa aliran darah berpotensi menimbulkan endokarditis. Anak KJB sering bermasalah dengan gigi, dan benar, ada empat gigi geraham yang harus dicabut.
Mencabut empat gigi seorang anak kecil satu per satu dalam waktu dua minggu bukan perkara mudah. Apalagi, syarafnya belum sepenuhnya mati sehingga sekalipun sudah dibius lokal tetap terasa sakit. Keane menangis, menancapkan kukunya kuat-kuat ke lengan saya, jongkok di sudut ruangan usai pencabutan …. Saya sesungguhnya tidak tega melihatnya. Tetapi, kami harus #LampauiBatas karena ada perkara lebih penting yang harus diperjuangkan: nyawanya. Hari-hari persiapan yang melelahkan: ke RS hampir setiap hari, antri poli dari jam lima pagi, lari sana sini mengurus itu dan ini, plus tetap menjaga si kecil tak jatuh sakit. Belum lagi, kami tetap harus bekerja karena tanggung jawab tak bisa ditinggal begitu saja.
Akhirnya, tiba juga hari yang menegangkan itu. Keane MRS, dua hari kemudian menjalani tindakan, lalu masuk ICU. Sesama penunggu pasien sempat bertanya, mengapa saya tetap bisa makan lahap di saat seperti itu? Oh, sekalipun hati sangat galau, pikiran kacau, makan tak mau, saya harus memaksa diri untuk #LampauiBatas. Keane membutuhkan Ibu yang tetap sehat dan kuat.
Kini, kondisinya sudah membaik pascaoperasi. Kami bersyukur karena berani #LampauiBatas.


Cerita Lainnya

Yola Wulan Sari
31 October 2016 | 04:48
Anugrah terindah

Ketika semua harapan menjadi sirna, ketika semua hal menjadi pupuh. Pernah kah kamu menyalahkan hidup atas situasi…