Fauzia Subhan
17 October 2016
20 Likes

#Lampauibatas Bersahabat dengan Anak Berkebutuhan Khusus

Anak berkebutuhan Khusus (ABK) adalah anak-anak pilihan dengan kelebihannya masing-masing dan mereka begitu spesial. Saya ingin menceritakan tentang anak saya, Vito, yang sekarang sudah beranjak usia 7 tahun dan duduk di kelas 2 SD. Menurut saya ia sudah #lampauibatas, ia berbeda dengan anak-anak normal lainnya. Namun, bagi saya semua anak pasti istimewa. Saat ini Vito bersekolah di sekolah inklusi yang mana ia memiliki beberapa teman ABK di kelasnya, Vito itu tipikal penyayang dan ia adalah satu-satunya anak yang mau bermain dengan teman-teman spesialnya. Saya kadang suka kasihan, teman spesialnya kalau tantrum atau marah sering kali Vito jadi sasaran, dan mereka cenderung akan marah jika Vito bergaul dengan teman-teman normalnya. Saya tanya Vito tentang perasaannya, tapi dia tetap mau berteman, katanya Vito mau main sama mereka. Malah salah satu anak dengan sindrom autis dan belum bisa melafalkan jelas kata sering Vito temani dan mereka sangat akrab, sampai-sampai Vito bilang "Nanti aku ajarin, bun!". Vito seringkali terkena pukul, dorong, bahkan minggu lalu saku seragamnya sobek karna ditarik oleh salah satu anak spesial yang memang emosinya tidak terkontrol. 
Tidak semua ABK mengidap sindrom autisme seperti yang orang pada umumnya mengira, padahal ABK bisa karena berbagai faktor dan psikologis. Seperti teman-teman spesial Vito ada 3 dan masing-masingnya memiliki sindrom yang berbeda; ada yang disleksia, gangguan emosional, dan satu lagi autisme. Namanya juga anak-anak mereka kadang marahan tapi beberapa detik kemudian saling memaafkan dan bermain lagi. Saya pernah berkonsultasi dengan psikologi tentang hal ini, saya khawatir pergaulan anak saya yang terbilang intens dengan anak ABK akan memengaruhi emosi atau psikologi anak saya, tapi dengan pendampingan dan pemberian pemahaman kepada Vito hal terebut tidak akan terjadi. Dengan terapi yang dilakukan, instensitas sosialisasi, dan pendampingan ahli, insyaAllah teman-teman spesial Vito sejalan dengan perkembangan usia dan kematangan psikologinya, mereka akan bisa seperti anak-anak normal lainnya.

Alhamdulillah, Vito sudah mengerti konsep berteman dengan berbagai tipikal teman. Awal-awal sekolah ini memang teman-teman normalnya mengira Vito sama seperti teman ABK, tetapi beberapa bulan kebelakang teman-temannya mengerti kalau Vito ingin membantu dan sekarang sudah mulai berbaur dengan semua. Sampai saat ini Vito masih berteman dekat dengan teman spesialnya. Persahabatan dengan anak berkebutuhan khusus menurut saya adalah hal yang luar biasa. "Terima kasih nak, kamu sudah bisa #lampauibatas,"


Cerita Lainnya

Cris Nant
27 October 2016 | 01:25
Sebuah Kepercayaan

Kelam malam tanpa bulan memang pekat, tapi tak pernah sepekat ini. Walau bulan tetap duduk di singgasananya,…