Yaser Fdu
17 October 2016
4 Likes

CERITA #LAMPAUIBATAS - Ayahku dan Lilin

Hidup menjadi anak tunggal dan kedua orang tua yang bercerai membuatku tak mudah untuk menjalani hidupku seperti anak anak biasanya.  Aku kesepian dan akupun sulit untuk bisa menerima takdir yang menimpaku.    Saat itu umurku masih 14 tahun dan masih duduk di bangku SMP. Ayahku memutuskan untuk menikah lagi dan akupun harus menjalani hidup dengan keluarga baruku ini. Aku juga harus mulai membagi kasih sayang ayah dengan adik tiriku yang masih sangat kecil. Aku sedikit frustasi pada saat itu. Prestasiku menurun, aku jadi malas bersekolah dan memilih untuk pergi ketempat dimana aku bisa menikmati kesendirian atau berkumpul bersama teman temanku di warnet untuk bermain game. Aku tak betah tinggal dirumah. Sudah lama aku tak berbincang hangat dengan ayah karena tiap ayah pulang selalu saja ada adik tiriku itu disampingnya. Sekalipun aku mengobrol hanya untuk meminta uang saku dab meminta uang untuk bayaran sekolah.    Suatu waktu sekitar pukul 8 malam aku pulang kerumah. Seharian aku bermain game di warnet. Karena aku merasa lelah aku langsung berbaring di tempat tidur, dan akupun langsung terlelap. Tiba - tiba ayahku membangunkan aku, dengan perlahan aku melirik ke arah jam dinding yang menunjukan pukul jam 12 malam. Di hadapanku ada ayahku, ibu tidiku dan juga adik tiriku yang juga ikut duduk disampingku dengan mata yang masih mengantuk itu. Ayahku membawa sebuah piring putih datar yang diatasnya ada puding yang ditumpuk dan diletakan lilin di bagian tengahnya. Cahaya dari lilin itu membias di wajah ayah dan aku mulai memandang wajah ayah. Aku bertanya pada diriku sendiri "Ada apa ini?". Lalu ayahku berbicara memecah keheningan malam itu dengan berkata "Selamat Ulang Tahun Anakku" . Aku terkejut. Aku mengira ayah sudah tak sayang lagi padaku tapi ternyata ayah masih mengingat tanggal ulang tahunku. Aku tak sanggup berkata apa apa dan akupun meneteskan air mata. Setelah itu, ayahku memberikan piring itu kepada ibu tiriku lalu mengusap air mataku sambil berkata, "Hentikan tangisanmu, kamu anak laki laki kamu harus kuat, ayah tak akan lupa hari ulang tahunmu nak. Meskipun ayah mempunyai keluarga baru kamu tetap anak ayah. Mungkin mamahmu sudah bukan istri ayah lagi, tapi kamu akan selalu jadi anak ayah". Aku masih tak bisa berkata kata lalu aku usah air mataku yang masih tersisa. Ayahku berbicara lagi kepadaku sambil mengambil piring tadi dari ibu tiriku. "Kamu lihat lilin ini nak? Semakin lama lilin ini semakin memendek dan akhirnya akan padam. Seperti itu pula ayah, ayah tak akan selamanya menerangi jalanmu. Setelah ayah tidak menemani dan menerangi jlanmu, kamu akan sendirian". Air mataku menetes lagi. Ayah melanjutkan lagi kata katanya  "Kamu harus lanjutkan sekolahmu nak, kamu harus terus belajar agar kamu siap untuk menjalani kehidupanmu di masa depan, Ayah dan mamah tidak selamanya akan menemani kamu, kelak kamu akan sendirian dan kamu harus sanggup menjalani itu. Hari ini umurmu sudah bertambah satu tahun, dan ayah harap kamu bisa lebih dewasa lagi. Jangan terus menyesali masalah keluargamu yang sudah tak bisa bersatu lagi. Mungkin ini sudah takdirmu nak".    Setelah selesai ayah selesai berbicara, ayah menyuruhku untuk membacakan membuat permintaan dan meniu lilinnya. "Maaf, ayah sedang tidak punya uang ayah tak mampu beli kue ulang tahun untuk kamu dan ayah juga tidak membelikan kamu hadiah" ujar ayahku. "Gak masalah yah, makasih. Buat aku dengan ayah ingat hari ulangtahunku saja aku sudah sangat senang" jawabku sembari memeluk ayah. Setelah itu aku minta maaf dan berterimakasih juga untuk ibu tiriku dan adik kecilku itu.    Keesokan harinya aku berjanji pada diriku sendiri, aku tidak akan terpuruk hanya karena masalah ini. Aku akan lanjutkan sekolahku dan menjalani kehidupanku dengan penuh semangat. Akhirnya kehidupanku mulai membaik lagi dan prestasiku disekolahpun meningkat lagi.     Intinya jangan pernah terpuruk dengan satu masalah karena itu akan jadi penghambat untuk kita maju. Dan juga percayalah bahwa kasih sayang orang tua akan selalu mengiringi kita. #CeritaLampauiBatas #LAMPAUIBATAS


Cerita Lainnya

Wisnu Zulfani
17 October 2016 | 18:05
kami berusaha !

Saya dari keluarga sederhana yang hanya bisa mencari uang untuk kebutuhan sehari-hari bukan untuk foya-foya. Dalam keluargaku…