Hani S
17 October 2016
2 Likes

Suamiku, dan cintanya yang me #lampauiBatas

Dialah suamiku, laki-laki yang menikahiku dan semua kekuranganku. Dari pertama dia memintaku menjadi istrinya, dia sudah tahu akan seperti apa hari-hari kami kedepannya, namun dia tidak mundur sedikitpun.
Fisikku yang ringkih, membuatnya harus selalu mengabaikan jam tidur malamnya untuk mengusap punggung dan kepalaku hingga aku terlelap. Semenjak anak kami lahir, dia juga lah yang bangun tengah malam untuk mengganti Popok dan menghangatkan ASIP.
Pagi hari, suamiku bangun paling awal untuk menyiapkan sarapan, dan bersiap memandikan putra kami. Semua dikerjakannya tanpa keluhan sedikitpun. Dari kejauhan, kulihat matanya menunjukkan bahwa dia lelah, namun semua dilakukan dengan penuh cinta, supaya istri dan anaknya selalu dalam keadaan baik. 
Suamiku, kepadanyalah hormat baktiku tercurah setelah dia berikrar dan mengambil alih tugas Bapakku. Atas cintanya yang me #lampauiBatas dari yang seharusnya, atas semua ketulusan tanpa keluhan, sejuta kata ma'af dan terimakasih tidak akan cukup. Hanya dapat berdo'a yang Maha Kuasa selalu menjaga & melindunginya. Terimakasih telah menjadi laki-laki hebat bagi istri dan putramu. 
Letter for Randi, from Hani. 


Cerita Lainnya

Anditara Sihotang
30 October 2016 | 17:53
Untuk Senyum Ayah Ibu, Ku Lampaui Batasku

Kemiskinan adalah pembatas yang sangat umum di negeri ini, lebih dari setengah penduduk pertiwi bergulat untuk keluar…