Prita Pretty
18 October 2016
6 Likes

Mendobrak Belenggu

Jika yang lain ingin #LampauiBatas dengan hal yang menakjubkan, berbeda denganku. Sejak 2007, kesehatanku yang utuh direnggut oleh lupus, sebuah penyakit autoimun yang memaksa penyandangnya dibelenggu kemampuannya. Odapus, sebutan orang dengan lupus, harus mampu bertahan di atas ujian yang ada. Nyeri sendi, sesak nafas, mudah lelah, sensitif paparan panas matahari serta perubahan fisik yang drastis membuat Odapus begitu terbatas mobilitasnya. Jangankan ingin bermain layaknya anak muda kala itu, untuk bangun tidur tanpa kaku, berjalan bisa tegak, dan bernafas tanpa rasa berat saja sudah cukup bersyukur. Aku tak mampu berjalan, usia belasan Nampak seperti puluhan. Aku yang lincah berubah jadi lemah. Lupus membuatku tak mampu mengingat satu pun mata pelajaran yang biasanya dengan mudahnya aku kuasai. Sedih dan sangat hancur. Ibu dan bapak serta keluarga besarku kala itu juga turut hancur karena kondisiku. Mimpiku simple, aku ingin sehat dan bemanfaat. Aku memutuskan mengenal apa itu lupus lebih dalam. Pikirku, penyakit ini tak akan melemah jika aku tidak mampu lebih kuat darinya. Aku bergabung dalam komunitas lupus di Kota Yogyakarta. Ternyata menakjubkan! Banyak sesamaku yang hebat dan semangat. Aku terpacu. Aku rutin berobat dan belajar self-management supaya stres tidak mundah bergolak sehingga lupus menjadi aktif. Kondisiku kembali normal. Di bangku kuliah prestasiku baik, menyumbang beberapa piala untuk almamater. Berbagai instansi mengundangku untuk mengisi materi motivasi. Aku berbicara sebagai Odapus yang awalnya tak mampu, berubah mampu karena mau. Tahun 2011 aku bersama dokter pemerhati lupus di Kota Solo, membentuk perkumpulan untuk Odapus, Griya Kupu Solo, sekarang menjadi Yayasan Tittari (Komunitas Lupus Griya Kupu Solo). Misinya membuat para Odapus tidak terpuruk lalu bermanfaat untuk sekitar. Tadinya aku hanya bergerak bersama lima orang untuk mendampingi 20 Odapus, tapi saat ini, aku punya banyak relawan dan ratusan Odapus hebat. Keluargaku tak lagi menangis, sesamaku bersemangat, sehat, dan selalu tersenyum. Anugerah tak ternilai. 


Cerita Lainnya

Hardiansyah
27 October 2016 | 02:44
Sepatu Baru

Beberapa hari ini aku selalu dihukum karena terlambat ke sekolah. Saat dihukumpun aku selalu yang terakhir masuk…