Harie Khairiah
06 October 2016
3 Likes

Cinta Ayah Dalam Baju Jas Membuatku Bertahan

Aku bukan tipikal orang yang suka berpergian jauh.  Selain karena tak pernah bisa tidur nyenyak kalau bukan di rumah sendiri ,  mabuk perjalanan akut menjadi kendala tersendiri buatku. Hingga suatu hari pekerjaanku mengharuskan aku  pergi ke luar daerah. Daerah yang masih dalam tahap recovery karena tsunami.  Daerah dimana listriknya hidup karena bantuan genset.  Kontrak sudah ditanda tangani tentu saja aku harus tunduk pada perjanjian yang telah kusetujui. Malam sebelum hari keberangkatan  aku bebenah, semua list pakaian, obat-obatan, peralatan kerja  telah kumasukan.  Ayah mengetuk pintu kamar  dan menyerahkan jas kesayangannya untuk kubawa. Jas yang selalu dia kenakan sebagai penganti jaket sejak beliau pensiun kerja. Di daerah tepatnya kawasan Calang waktu itu. Harga-harga barang melambung tinggi karena akses yang masih sulit dijangkau dan banyaknya  relawan asing  disini.  Gempa masih sering terjadi, sedangkan laut tepat berada beberapa ratus meter dari rumah sewa kami. Bahkan pernah gempa besar  yang berpotensi tsunami membuat kami lari berhamburan keluar rumah kemudian duduk terdiam  di luar rumah karena sadar tak ada tempat untuk kami menyelamatkan diri. Hari berganti hari deadline kerja terus berjalan demi percepatan pembangunan bagi korban tsunami di Aceh tepatnya kawasan Aceh Jaya bagian distrikku. Kehidupan terasa begitu berat dengan harga yang serba mahal, cuaca yang tak menentu  dan kasur Palembang sebagai alas tidur di malam hari. Batuk melanda, betapa penyakit  yang remeh seperti ini  bisa sangat menganggu jika kita berada di daerah apalagi  toko obat dan apotik sulit ditemukan.  Rindu pulang ke rumah semakin  menjadi. Hanya tangis dalam diam yang kupunya, rasanya ingin menyerah saja dan pulang ke rumah. Dalam sedih, teringat baju jas ayah yang kubawa. Kukenakan sebagai penguat hati, pelepas kerinduan. Oh, Ayah dalam jasmu kau selipkan cinta hingga  aku mampu bertahan sampai akhir dan   berhasil  menyelesaikan kontrak kerja dan menghadirkan senyum bagi penduduk desa karena masterplan desa mereka telah selesai.


Cerita Lainnya

Elin
17 October 2016 | 03:24
Melampaui Batas Untuk Menjadi Lebih Baik

Aku gadis yang penuh emosi, segala masalah aku kendalikan dengan amarah dan caci maki karna aku menganggap…