Antho Ariyanto
18 October 2016
14 Likes

From Waiter to Teacher

From waiter to teacher. Itulah saya. Bagi saya, tidak ada yang tidak mungkin selama kita mau berusaha. Saya yang dulunya sempat bekerja sebagai seorang waiter atau pelayan di sebuah rumah makan kini telah bekerja sebagai seorang teacher alias guru. Sebuah pencapaian tidak biasa yang pastinya membuat keluarga dan diri saya bangga.Masa kuliah menjadi salah satu masa terberat dalam hidup saya. Hidup nge-kos dan keinginan untuk tidak terlalu membebani orang tua membuat saya memutuskan untuk bekerja part-time sebagai seorang waiter. Sangat sulit untuk membagi waktu untuk kuliah, bekerja, dan beristirahat pada saat itu. Belum lagi jika tugas kuliah menumpuk. Saat ujian semester tiba, tak jarang saya harus membaca buku atau catatan kuliah di waktu kerja, sehingga mendapat omelan pedas dari pemilik rumah makan karena dianggap tidak fokus bekerja.Sekarang saya telah meraih gelar sarjana dan bekerja sebagai seorang guru Bahasa Inggris yang mengajar di sebuah sekolah dan lembaga pendidikan Bahasa Inggris. Sungguh tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Saya yang dulunya pelayan rumah makan dan kurang percaya diri kini telah menjadi seorang pengajar dan pastinya memiliki percaya diri yang besar dalam mengajar, meski terkadang harus mengajar orang-orang dengan usia yang jauh di atas saya dan dari berbagai macam profesi.Pengalaman hidup mengajarkan saya tentang pentingnya percaya diri, kerja keras, dan pastinya doa dari diri sendiri dan orang-orang tercinta untuk meraih impian. Namun yang juga tidak kalah penting adalah melampaui batas kelemahan diri guna mencapai kesuksesan. Ini cerita #LampauiBatas versi saya. Mana cerita kamu, sobat?


Cerita Lainnya

Ina Tanaya
15 October 2016 | 09:05
#LampauiBatas Kebahagiaan untuk Seorang Kakak

Memberikan hadiah untuk seorang kakak itu sulit-sulit gampang.  Apalagi jika karakter kakaku itu seorang yang serius, disiplin…